Gaji Selangit Itu Milik Ekspatriat

Ciputat, 1 Mei 2012
09.39 waktu jakarta

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..
.
Masih tertarik dengan profesi dengan gaji selangit? Bila iya, mungkin Anda harus agak kecewa. Sebab ternyata pemilik gaji selangit itu mayoritas adalah para pekerja asing di Indonesia.

Tentu saja banyaknya para ekspatriat di perusahaan multinasional di Indonesia tersebut bisa disikapi lewat dua pendekatan. Yang pertama, bisa jadi harus disyukuri sebab itu berarti iklim investasi dan ekonomi di Indonesia terus membaik sehingga asing mulia percaya. Namun di sisi lain, tentunya hal ini mengundang keprihatinan mengingat hanya sedikit di antara orang pribumi yang dipercaya menduduki top management di perusahaan multinasional.
Menurut hasil Laporan Survei Nasional Tenaga Kerja Asing 2009 yang pekan lalu dirilis oleh Bank Indonesia, ada puluhan ribu tenaga kerja asing yang menduduki puncak pada berbagai perusahaan di Indonesia. Tepatnya adalah 45.384 tenaga kerja asing.

Dari puluhan ribu ekspatriat tersebut sebagian besar menduduki middle to top management pada perusahaan tempatnya bekerja. Sekitar 30 persen menjabat sebagai manajer dan 23 persen adalah sebaga direktur.

Asal tenaga kerja asing di Indonesia juga beragam. Sekitar 55 persen adalah berasal dari negara Asia di luar ASEAN, dari Eropa 19 persen dan dari negara-negara ASEAN sekitar 13 persen. Untuk Negara Asia non-ASEAN mereka berasal dari Jepang (37 %), India (27 %) juga Korea (22 %). Sedangkan yang dari Eropa antara lain Inggris (36 %), Perancis (20 %), Belanda (16 %) dan Jerman (10 %).

Sementara gaji mereka rata-rata adalah Rp 25 – 50 juta (38 persen). Dan di samping menerima gaji regular 16 persen para tenaga kerja asing tersebut juga memperoleh tunjangan jabatan yang jumlahnya berkisar antara Rp 10 – 25 juta setiap bulannya.

Sedangkan para tenaga kerja yang menduduki jabatan direktur sebanyak 35 persen di antaranya menerima gaji Rp 50 – 75 juta per bulan dan sebanyak 25 % menerima gaji Rp 75 – 100 juta per bulan. Selain gaji mereka juga masih mendapatkan tunjangan hingga mencapai lebih dari Rp 50 juta per bulan.

Dari asalnya, responden dari Amerika dan Eropa rata-rata menerima gaji antara Rp 25 – 50 juta per bulan, dan pada umumnya mereka bekerja pada sector keuangan. Sedangkan para pekerja asing yang paling banyak menerima gaji yaitu lebih dari Rp 125 juta per bulan berasal dari negara-negara Oceania.

Dari segi pekerjaan, sector-sektor seperti konstruksi, pertambangan dan penggalian merupakan profesi dengan gaji yang paling tinggi. Gaji mereka bisa di atas Rp 125 juta per bulan, dan masih ditambah dengan berbagai fasilitas lainnnya.

re post from disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buat Apa sih Kuliah? | #jangankuliah

Berapa Usia Ideal Seorang Wanita Untuk Menikah?