Kalah dan Lelah berorganisasi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bogor, 11 June 2012
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ..
15:13 waktu Bogor
Catatan kecil...
Terkadang, dalam sebuah perjalanan organisasi kita pasti merasakan ‘lelah’.
Kelelahan yang seringkali tidak beralasan, yang membuat kita mejadi lemah.
Namun jarang dari kita yang menyadari, sebenarnya saat itu kita KALAH.
Ya, kadang kita lelah melihat orang lain yang tidak sependapat dengan kita.
Kadang kita lelah berada pada lingkungan yang tidak bersahabat.
Kadang kita lelah, saat usaha kita tidak membuahkan hasil.
Kadang kita lelah karena kita terlalu sibuk ‘mengurusi’ orang lain.
Lalu kita ‘lari dari kenyataan’ karena kelelahan dan membuat kita KALAH.
Mengapa? Mengapa? Mengapa?
Kita terlalu sering bertanya mengapa?
Ya,mengapa sepertinya terlalu menjadi sebuah pertanyaan klasik.
Pertanyaan yang sering dijawab dengan sebuah ‘alasan’
Mengapa terlambat? Mengapa tidak produktif?
Mengapa tidak sejalan? Mengapa tidak sesuai harapan?
Mengapa seperti ini? Mengapa jadi begini?
Semua mengapa yang sangat mudah dijawab dengan banyak alasan.
Setiap orang pasti memiliki jawaban yang beralasan dari mengapa-mengapa yang diajukan.
Saat itu, coba tanyakan ‘mengapa’ kita tidak mencari solusi dan mengesampingkan alasan?
Dan mengapa kita tidak mencoba bertanya ‘bagaimana agar’?
Bagaimana agar tidak terlambat? Bagaimana agar produktif?
Bagaimana agar sejalan? Bagaimana agar sesuai harapan?
Bagaimana agar tidak seperti ini? Bagaimana agar tidak jadi begini?
‘Bagaimana agar’ yang memberi solusi bukan alasan.
Cobalah untuk tidak mengedepankan ego pribadi.
Hitam akan semakin hitam saat kita melihat dari sudut yang sama.
Cobalah lihat dari sudut berbeda. Sama seperti saat kita melihat rubik.
Ia sama namun memiliki sisi warna yang berbeda.
Cobalah untuk tidak terus mencari kesalahan.
Cobalah untuk tidak terus mencari alasan.
Cobalah untuk mengosongkan hati saat mencoba menerima.
Penerimaan yang baik adalah saat kita memberi ruang untuk kebaikan.
Bukan membatasi ruang dengan ‘penilaian’ buruk.
Cobalah untuk memberi dan menjadi solusi.
Bukan mudur atau bahkan membiarkan chaos mengobrak abrik keseimbangan.
Cobalah untuk berani menyampaikan dengan baik.
Dan cobalah untuk berani menerima pendapat, bukan lagi beralasan!
Kadang kita merasa sangat lelah,
Kelelahan yang justru hadir saat kita mencoba menyemangati diri.
Namun, apa kita hanya berdiam diri?
Atau kita ‘terkalahkan’ oleh situasi yang tidak menguntungkan?
Atau justru kita terlupa bahwa KITA tidak sendiri? Ini tentang KITA bukan hanya saya.
Apakah genggaman semangat itu telah terlepas?
Dan masing-masing mencari jawaban sendiri serta pembenaran atas pendapatnya?
Apakah kelelahan ini benar-benar membuat lelah?
Atau bahkan mematikan harapan-harapan kita?
Bukan mengapa kita ada? Tapi bagaimana kita ‘tetap’ ada?
Bukan mengapa kita bertahan? Tapi bagaimana kita ‘harus’ bertahan?
Bukan mengapa kita egois? Tapi bagaimana kita ‘tidak’egois?
Bukan mengapa kita harus bersama? Tapi bagaimana kita ‘harus’ tetap bersama?
Ya, bagaimana kita harus tetap bersama?!
Bersama untuk melawan kelelahan.
Bersama untuk menjadi solusi.
Bersama untuk saling mengisi.
Bersama untuk saling memahami.
Bersama untuk menghadirkan cinta.
Bersama menghadirkan rasa saling memiliki.
Tetaplah bersama kawan, cobalah buat kelelahan itu lelah mengikuti kita. :)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar