Konvensi Sastra


KONVENSI SASTRA
Teks 1

Sekedar bilang
           
Bahwa saya terlanjur makan                          maafkan aku
Buah persik                                                     rasanya renyah
Dalam                                                             begitu manis
Kulkas                                                              begitu dingin

Yang mungkin sengaja
Kau sisihkan
Buat sarapan
[william carlos williams]


Teks 2

Tomi yang baik,
Sekedar bilang bahwa saya terlanjur makan buah persik dalam kulkas yang mungkin sengaja kau sisihkan buat sarapan. Maafkan aku, rasanya renyah dan begitu manis, begitu dingin.
Williams

Apa perbedaan teks pertama dan teks kedua? ketika membaca teks kedua, kita langsung mengatakan tulisan itu sebuah pesan kerana ada nama orang yang dituju dan ada nama pengirimnya. Selain itu, pesan tersebut ditulis dalam bentuk kalimat biasa. Sedangkan, teks pertama bisa dianggap puisi. Mengapa begitu? Karena, pertama : ada judul yang ditulis terpisah dan dicetak miring. Kedua: tulisan itu terbagi menjadi tiga bait, yang masing-masing ditulis dalam baris-baris pendek.

Siapa yang menetapkan aturan bahwa, surat selalu diawali dengan nama orang yang kita kirimi surat dan diakhri dengan nama pengirim? Atau, bahwa puisi ditulis dalam bait dan baris?

Aturan itu disebut Konvensi, yakni suatu kesepakatan yang sudah diterima orang banyak dan sudah menjadi tradisi. Artinya, kebiasaan itu dilakukan secara terus-menerus dari waktu kewaktu. Sastra sangat berkaitan dengan konvensi semacam itu. Artinya, apabila kamu mau menulis sebuah puisi. Kamu harus tahu bagaimana teknis penulisannya.

Sastra selalu berubah dar zaman ke zaman. Pada dulu, orang melayu mengenal pantun. Pada zaman moder, pantun masih banyak dipakai orang, namun selain pantun, ada sajak dengan bentuk lainyang lebih bebas dan bervariasi. Perubahan itu terjadi karena sastrawan yang kreatif selalu mencari hal-hal yang baru yang mengubah konvensi atau aturan yang ada.

Aturan atau konvensi bukan hanya berubah dari zaman ke zaman, tetapi juga berkaitan dengan konteks budaya pada masanya. Pantun disukai orang melayu karena merupakan bagian penting dari tradisi dan ritual yang ada, seperti ritual perkawinan. Ada jenis-jenis sastra yang berkaitan dengan ritual keagamaan tertentu, seperti qasidah dalam agama islam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buat Apa sih Kuliah? | #jangankuliah

Berapa Usia Ideal Seorang Wanita Untuk Menikah?